Kasur ada banyak jenisnya, di antaranya adalah kasur busa dan springbed. Kedua jenis kasur ini merupakan jenis kasur favorit yang jadi pilihan banyak orang untuk memberikan kenyamanan bagi mereka pada saat tidur. Jika kamu masih bingung memilih antara kasur busa vs springbed, kamu bisa cek dulu perbedaan kasur busa dan springbed melalui ulasan di bawah ini.
Pengertian Kasur Busa
Kasur busa merupakan kasur yang terbuat dari bahan berupa busa atau foam. Biasanya, ada 3 jenis bahan yang kerap digunakan untuk membuat kasur busa ini, yakni poly foam, memory foam, dan foam latex. Kasur busa dikenal akan durabilitas atau daya tahannya, yang bergantung pada beberapa faktor, di antaranya kepadatan dari tipe foam yang digunakan.
Masing-masing tipe foam yang biasa digunakan untuk membuat kasur busa punya karakteristiknya tersendiri. Contohnya saja, memory foam dikenal akan keunggulannya dalam hal menyesuaikan kontur permukaannya dengan lekuk tubuh dan keelastisan yang lebih lambat, sedangkan foam latex dikenal lebih bouncy atau elastis dibandingkan tipe foam yang lainnya.
Pengertian Springbed
Springbed atau spring mattress merupakan kasur yang menggunakan lusinan hingga ratusan pegas sebagai bahan kasurnya. Selain pegas ini, springbed juga menggunakan bahan lainnya untuk memberikan kenyamanan dan keempukan pada saat digunakan, seperti foam, memory foam, latex foam, dan lainnya.
Biasanya, ada 2 jenis pegas yang digunakan pada spring bed, yakni bonnell spring dan pocket spring. Bonnel spring merupakan pegas kasur tradisional yang terbuat dari kawat kumparan dan saling terhubung satu dengan yang lainnya, sehingga membuatnya peka terhadap guncangan. Sedangkan pocket spring merupakan pegas yang penggunaannya tidak saling berkaitan.
Baca Juga! Perbedaan Per Spring Bed: Pocket Spring dan Bonnell Spring
Kelebihan Kasur Busa
Jika bicara tentang kelebihan dari kasur busa, tentu saja ada banyak yang bisa disebutkan. Kasur busa dikenal sebagai kasur yang awet alias tahan lama, bahkan hingga bertahun-tahun lamanya. Kasur busa akan semakin awet sekiranya kasur busa yang dipilih terbuat dari high density foam atau foam dengan kepadatan yang tinggi, sehingga membuat kasur busa menjadi tidak cepat kempis.
Selain dikenal tahan lama, kasur busa juga dikenal dengan harganya yang relatif terjangkau. Jadi, jika kamu ingin membeli kasur yang empuk dan bagus kualitasnya, kasur busa bisa menjadi salah satu opsi untuk kamu bawa pulang. Meskipun harganya murah, namun bisa dipastikan kamu bakal bisa tidur nyenyak sepanjang malam.
Kelebihan Springbed
Kasur springbed dikenal akan keempukan dan keelastisan atau efek bouncy yang dimilikinya. Inilah salah satu kelebihan utama yang membuat kasur springbed banyak dicari-cari oleh orang. Keempukan dari kasur springbed ini dipadu dengan sifatnya yang padat, sehingga dapat menahan berat tubuh tanpa membuat orang yang berada di permukaannya merasa tenggelam di kasur.
Kasur springbed juga dikenal tahan untuk digunakan dalam waktu yang lama. Hal ini disebabkan karena konstruksi kasurnya yang kokoh, apalagi mengingat penggunaan pegas metal dalam pembuatan kasur tersebut. Dengan begini, kamu bisa hemat pengeluaran karena tidak harus keseringan mengganti kasur dengan yang baru.
Perbedaan Kasur Busa Vs Springbed
1. Bahan yang Digunakan
Jika membicarakan perbedaan kasur busa dan springbed, tentu saja yang menjadi perbedaan utamanya adalah bahan yang digunakan untuk membuat kasur tersebut. Kasur busa seutuhnya terbuat dari bahan foam atau busa, entah itu memory foam, poly foam, atau latex foam, entah itu terdiri hanya dalam bentuk satu lapisan saja atau dari beberapa lapisan.
Berbeda dengan kasur busa, bahan utama yang digunakan untuk membuat kasur springbed adalah pegas yang biasanya terbuat dari metal. Penggunaan pegas ini akan memberi efek bouncy pada saat kasur digunakan. Untuk memberikan kenyamanan, pada lapisan atas kasur springbed ini akan menggunakan bahan yang lembut, seperti busa atau serat.
2. Kemampuan Menyerap Pergerakan
Perbedaan kasur busa dan springbed juga bisa dilihat dari kemampuannya dalam menyerap pergerakan atau motion isolation. Kasur busa dikenal memiliki tingkat kemampuan menyerap pergerakan yang lebih tinggi, di mana efek gerakan pada satu sisi kasur akan bisa diredam dengan cepat dan tidak dirasakan pada sisi kasur yang lainnya.
Berbeda dengan kasur busa, kasur springbed memiliki kemampuan menyerap pergerakan yang lebih sedikit. Hal ini disebabkan karena penggunaan pegas sebagai bahan kasur springbed, yang membuatnya memindahkan pergerakan dengan mudah. Namun, hal ini jugalah yang membuat kasur springbed memiliki efek bouncy atau elastis, sehingga disukai oleh para pengguna kasur springbed.
3. Elastisitas
Elastisitas antara kasur busa dan springbed juga menjadi pembeda antara dua jenis kasur ini. Kasur busa memiliki elastisitas yang lebih sedikit dibandingkan dengan kasur springbed, utamanya kasur busa yang terbuat dari memory foam. Hal ini bisa dilihat pada saat permukaan kasur busa diberi tekanan, maka pengembalian teksturnya akan berlangsung lambat.
Berbeda dengan kasur busa, kasur springbed dikenal begitu elastis dan bouncy. Pada saat diberi tekanan yang cukup tinggi, maka kasur springbed akan bisa mengembalikan tekanan itu kembali dengan cepat. Hal ini jugalah yang membuat kasur springbed lebih direkomendasikan untuk orang-orang dengan bobot tubuh besar karena tidak akan membuatnya tenggelam saat berada di atas kasur.
Nah, itulah tadi ulasan mengenai kasur busa dan springbed beserta perbedaan kasur busa dan springbed tersebut. Masing-masing jenis kasur tersebut punya kelebihannya sendiri-sendiri, yang kemudian bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhanmu akan kasur untuk tidur. Pilihlah yang paling sesuai antara keduanya untuk dirimu, agar nanti bisa tidur nyenyak sepanjang malam. Kamu bisa membeli kasur busa lipat dan springbed di MORE Furniture. Pasti gratis ongkir 100%














