Setiap negara punya cara unik untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Ramadhan adalah momen spesial yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam di dunia. Menurut budaya di masing-masing negara, setiap negara memiliki cara yang berbeda untuk menyambut bulan suci ini.
Tradisi Unik Negara Pada Bulan Ramadan
Kamu apakah tau kalau di 8 negara ini, tradisi menyambut Ramadhan terbilang unik dan memiliki ciri khas sendiri. Unik karena mereka menyambutnya dengan cara yang berbeda. Penasaran seperti apa negara-negara ini menyambut bulan suci Ramadhan Sobat MORE, yuk simak dibawah ini!
Maroko
Di Maroko, ada tradisi unik di mana orang tua mendandani anak-anak mereka dengan pakaian dan riasan yang unik. Ini sebagai bentuk apresiasi karena anak mau belajar puasa. Selain itu, ada tradisi mendekorasi dan membersihkan rumah kemudian mengundang kerabat ke pesta. Sangat seru!
Selain itu selama bulan suci Ramadhan, wilayah Maroko akan dikelilingi oleh nafar atau penyiar yang mengenakan gandora, sandal, dan topi tradisional. Nafar ini akan memainkan melodinya saat mereka berjalan menyusuri jalan, sebagai tanda bahwa pagi telah tiba dan penduduk harus segera sahur. Seringkali, warga memilih Nafar karena kejujuran dan empati.
Mesir
Saat Ramadhan tiba, setiap sudut kota Mesir akan diselimuti dengan lampion yang indah. Lampu itu disebut "Fanous" dan merupakan simbol persatuan dan kegembiraan selama Ramadhan. Tradisi Fanous yang satu ini konon sudah berlangsung selama 972 tahun sejak Dinasti Fattimiyah.
Perancis
Jauh berbeda dengan Mesir, Prancis memiliki tradisi belanja untuk Ramadhan. Namun, barang yang dibeli bukanlah pakaian, melainkan makanan dan pernak-pernik Ramadhan untuk dipajang di rumah. Salah satu tempat paling populer untuk menjual perlengkapan ini adalah Jean-Pierre Timbaud yang terletak di Paris, France.
Qatar
Untuk membuat anak-anak bersemangat berpuasa, Qatar memiliki tradisi unik yang berlangsung pada hari ke-14 Ramadhan. Garangao digelar sebagai wujud penghargaan kepada anak-anak yang telah belajar untuk berpuasa selama setengah bulan.
Anak-anak mengenakan pakaian tradisional dan bernyanyi di mana-mana. Di Kota Doha, beberapa sekolah merayakan festival Garangao dengan memakai kostum adat Qatar dan mereka bertukar permen maupun kacang.
Turki
Mirip dengan tradisi musiman bulan suci Ramadhan yang ada di Indonesia. Di Turki kamu akan menemukan budaya yang unik terutama menjelang Ramadhan. Sebelum tengah malam atau fajar, beberapa orang Turki turun ke jalan untuk menabuh genderang. Kegiatan menabuh genderang ini dirancang untuk membangunkan warga lain untuk sahur.
Pakistan
Di Pakistan ada perayaan yang disebut Chaand Raat. Tradisi ini dilakukan oleh para cowok untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri atau Idul Fitri. Ketika bulan baru muncul di langit, itu berarti akhir Ramadhan dan awal Idul Fitri. Oleh karena itu, para wanita Pakistan segera memulai perayaan Chaand Raat.
Biasanya setelah berbuka puasa di bulan suci Ramadan, mereka berbondong-bondong dan berkumpul untuk bermain permainan, membeli gelang warna-warni kemudian mewarnai tangan dan kaki mereka dengan pacar. Sementara itu, para pemilik toko akan membuka lapaknya dan tetap buka hingga dini hari.
India
Seheriwalas Delhi adalah bagian dari tradisi Muslim, budaya dan warisan kota tua yang disebut Mughal. Selama bulan suci Ramadhan, penduduk India akan berjalan melalui kota di pagi hari, melantunkan nama Allah dan Nabi untuk membangunkan umat Islam yang akan menjalankan sahur sebelum waktu subuh.
Mereka mulai berjalan sekitar pukul 02.30 waktu setempat, mengetuk pintu dan dinding rumah warga dengan tongkat. Bagi sebagian besar keluarga, tradisi ini telah diturunkan dalam keluarga dari generasi ke generasi. Meski jumlahnya semakin berkurang, tradisi ini masih sering terjadi di Old Delhi, India.
Indonesia
Di beberapa wilayah Indonesia, umat Islam akan melakukan berbagai ritual untuk "mensucikan" diri sebelum Ramadhan. Beberapa daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur memiliki tradisi bersuci yang disebut padusan atau sama dengan “mandi” dalam bahasa Jawa.
Dalam tradisi itu, umat Islam menceburkan diri ke mata air suci, basah kuyup dari ujung kepala sampai ujung kaki. Mata air dikatakan memiliki makna spiritual dalam budaya Jawa, yang percaya bahwa air adalah bagian dari pemurnian bulan suci.
Tradisi ini pertama kali disebarkan oleh pemuka agama Islam Wali Songo, yang merupakan misionaris pertama yang menyebarkan ajaran Islam ke seluruh Jawa.
Bertahun-tahun yang lalu, para tetua dan pemuka agama setempat biasa memilih dan mengalokasikan mata air suci ke Padusan.
Itulah keseruan-keseruan yang terjadi diberbagai negara yang berbeda dalam menyambut bulan suci Ramadan. Meskipun Ramadan tahun ini akan berbeda karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, kamu tetap bisa berbelanja furniture secara online. MOREVERSE bisa menjadi pilihanmu untuk tetap belanja furniture melalui furniture virtual event.














